Menurut Dr. Finsand (pakar
pengurutan tulang & persendian) :Manfaat manggis untuk otot dan tulang.
Zaman dahulu , masyarakat asia
tenggara sudah merasakan manisnya buah manggis yang istimewa itu. Rasanya yang
lezat bukan hanya berperan sebagai pemanis di mulut, tetapi juga menyembuhkan
penyakit disentri, peradangan, nyeri, dll.
Otot dan Tulang memiliki masalah yang sama, yakni peradangan. Hormon prostaglandin penyebab rasa nyeri dan peradangan .
Tahun 1981 saya mengalami cedera punggung. Dua puluh tahun saya terapi chiropractic, namun rasa nyeri tetap ada. Suatu ketika saya mersakan jus manggis dan ini awal perubahan kesehatan, hidup dan pekerjaan saya.Saya rekomendasikan para pasien saya dan hasilnya menakjubkan. Sekarang saya sudah terbebas dari obat-obatan kimiawi dan sepenuhnya lepas dari rasa nyeri yang saya derita sepanjang 21 tahun terahir. Buah manggis pencegah penyakit yang sempurna.
Otot dan Tulang memiliki masalah yang sama, yakni peradangan. Hormon prostaglandin penyebab rasa nyeri dan peradangan .
Tahun 1981 saya mengalami cedera punggung. Dua puluh tahun saya terapi chiropractic, namun rasa nyeri tetap ada. Suatu ketika saya mersakan jus manggis dan ini awal perubahan kesehatan, hidup dan pekerjaan saya.Saya rekomendasikan para pasien saya dan hasilnya menakjubkan. Sekarang saya sudah terbebas dari obat-obatan kimiawi dan sepenuhnya lepas dari rasa nyeri yang saya derita sepanjang 21 tahun terahir. Buah manggis pencegah penyakit yang sempurna.
Menurut Dr. Sam Walters (Master
dalam bidang biologi sains dengan spesialisasi nutrisi manusia).
………Jika anda memahami apa yang saya
pahami, anda pasti membawa manggis kemanapun anda pergi……………….
Jus manggis merupakan sesuatu yang lebih dari sekedar unik. Apabila anda memahami apa yang saya pahami, anda pasti membawa manggis kemanapun anda pergi. Antioksidan adalah kata kunci utama dalam mencegah penyakit. Buah manggis memiliki begitu banyak khasiat. Penelitian badan-badan pengobatan dunia menunjukan bahwa buah manggis secara langsung menyembuhkan berbagai penyakit.
Penelitian terbaru menemukan bahwa
satu dari 4 rakyat amerika serikat mengidap kanker, dan 1 dari 5 orang akan
meninggal pada usia dini. Solusi terbaik dari masalah ini adalah pencegahan.
Kami merawat banyak pengidap kanker di tempat kami. Kami mendetoksifikasi logam
berat dengan buah manggis. Kulitnya mengandung xanthone penyembuh kanker
payudara, kanker paru-paru, kanker perut , leukimia, dll.
Mayoritas Pasien yang dirawat
merupakan penderita stadium 4 keatas. Mereka hanya punya waktu 6-8 minggu untuk
hidup. Manggis mampu mengembalikan hidup para pasien tersebut. Yang di perlukan
tubuh bahan biologis, bukan bahan-bahan kimiawi, bahan polutan, dan bahan
tiruan. Salah satu solusi yang dapat anda lakukan demi sistem kekebalan tubuh
anda adalah pencegahan, yakni dengan minum jus manggis.
Menurut Dr. Ir. Warid Ali Qosim,
M.S.
Dosen Jurusan Budi Daya Pertanian dan Tim Ahli Divisi TTG Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unpad Bandung.
Dosen Jurusan Budi Daya Pertanian dan Tim Ahli Divisi TTG Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unpad Bandung.
Kulit Buah Manggis Sebagai
Antioksidan
ADA satu ungkapan yang sering
dijumpai di masyarakat, “Biar hitam si buah manggis.” Ungkapan tersebut
digunakan untuk menilai sesuatu jangan dilihat dari bentuk luarnya saja, tetapi
lihatlah isinya. Begitu juga untuk menilai buah, jangan melihat kulit buah
manggis yang berwarna cokelat hitam, tetapi daging buahnya yang berwarna putih,
bertekstur halus, dan rasanya yang manis sekali bercampur asam sehingga
menimbulkan rasa khas dan segar.
Buah bernama Latin Garcinia
mangostana L. ini termasuk famili Guttiferae dan merupakan spesies terbaik dari
genus Garcinia. Manggis termasuk buah eksotik yang sangat digemari oleh
konsumen, baik di dalam maupun luar negeri, karena rasanya yang lezat, bentuk
buah yang indah, dan tekstur daging buah yang putih halus. Tidak jarang jika
manggis mendapat julukan Queen of tropical fruit (Ratunya Buah-buahan Tropik).
Pada umumnya masyarakat memanfaatkan
tanaman manggis karena buahnya yang menyegarkan dan mengandung gula sakarosa,
dekstrosa, dan levulosa. Komposisi bagian buah yang dimakan per 100 gram
meliputi 79,2 gram air, 0,5 gram protein, 19,8 gram karbohidrat, 0,3 gram
serat, 11 mg kalsium, 17 mg fosfor, 0,9 mg besi, 14 IU vitamin A, 66 mg vitamin
C, vitamin B (tiamin) 0,09 mg, vitamin B2 (riboflavin) 0,06 mg, dan vitamin B5
(niasin) 0,1 mg. Kebanyakan buah manggis dikonsumsi dalam keadaan segar, karena
olahan awetannya kurang digemari oleh masyarakat.
Selain buah, kulit buah manggis juga
dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan bahan baku obat-obatan. Kulit buah
mengandung senyawa Xanthone yang meliputi mangostin, mangostenol, mangostinon
A, mangostenon B, trapezifolixanthone, tovophyllin B, alfa mangostin, beta
mangostin, garcinon B, mangostanol, flavonoid epicatechin, dan gartanin. Senyawa
tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan. Senyawa Xanthone tersebut hanya
dihasilkan dari genus Garcinia. Di luar negeri kulit buah manggis sudah dibuat
kapsul yang digunakan untuk suplemen diet, antioksidan, dan antikanker.
Hasil penelitian menunjukkan,
ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker meliputi breast,
liver, dan leukemia. Selain itu, juga digunakan untuk antihistamin,
antiimpflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan tekanan darah, serta
antiperadangan. Kulit buah juga mengandung antosianin seperti
cyanidin-3-sophoroside, dan cyanidin-3-glucoside.
Senyawa tersebut berperan penting pada pewarnaan kulit manggis. Kulit buahnya mengandung senyawa pektin, tanin, dan resin yang dimanfaatkan untuk menyamak kulit dan sebagai zat pewarna hitam untuk makanan dan industri tekstil, sedangkan dan getah kuning dimanfaatkan sebagai bahan baku cat dan insektisida.Efek biologi & farmakologi
Senyawa tersebut berperan penting pada pewarnaan kulit manggis. Kulit buahnya mengandung senyawa pektin, tanin, dan resin yang dimanfaatkan untuk menyamak kulit dan sebagai zat pewarna hitam untuk makanan dan industri tekstil, sedangkan dan getah kuning dimanfaatkan sebagai bahan baku cat dan insektisida.Efek biologi & farmakologi
Rebusan kulit buah manggis mempunyai
efek antidiare. Buah manggis muda memiliki efek speriniostatik dan spermisida.
Ekstrak (n-heksana dan etanol) manggis memiliki tingkat ketoksikan tertentu
pada penggunaan metode uji Brine Schrimp Test (BST). Dari hasil penelitian
dilaporkan bahwa alfa mangostin (1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis
(3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on) hasil isolasi dari kulit buah manggis
mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
Dari hasil studi farmakologi dan biokimia dapat diketahui bahwa alfa mangostin secara kompetitif menghambat tidak hanya reseptor histamin H, mediator kontraksi otot lunak tetapi juga epiramin yang membangun tempat reseptor H1 pada sel otot lunak secara utuh.
Mangostin merupakan tipe baru dari
histamin. Toksisitas pemberian ekstrak daun muda terhadap mencit bunting dengan
dosis 500, 1000, dan 1500 mg/kg BB menunjukkan efek pada fetus berupa penurunan
berat badan, terjadinya perdarahan pada fetus, dan adanya perubahan jaringan
hati fetus seperti nekrosis pada sel hepar, tetapi tidak terjadi kelainan
perkembangan dan aborsi. Ekstrak daun manggis dengan berbagai dosis dapat
mengurangi jumlah sel spermatid, terjadi penambahan jumlah spermatozoa
abnormal, dan lambatnya gerak maju spermatozoa mencit.
Ekstrak kulit buah yang larut dalam petroleum eter ditemukan dua senyawa alkaloid. Kulit kayu, kulit buah, dan lateks kering Garcinia mangostana mengandung sejumlah zat warna kuning yang berasal dari dua metabolit yaitu alfa-mangostin dan mangostin yang berhasil diisolasi. Mangostin merupakan komponen utama sedangkan mangostin merupakan konstituen minor. Ditemukan metabolit baru yaitu 1,3,6,7-tetrahidroksi-2,8-di (3-metil-2butenil) xanton yang diberi nama a-mangostanin dari kulit buah Garcinia mangostana.
Buah manggis digunakan untuk
mengobati diare, radang amandel, keputihan, disentri, wasir, luka/borok. Selain
itu, digunakan sebagai peluruh dahak dan untuk sakit gigi. Kulit buah manggis
digunakan untuk mengobati sariawan, disentri, nyeri urat, sembelit. Kulit
batang digunakan untuk mengatasi nyeri perut. Akar untuk mengatasi haid yang
tidak teratur. Dari segi rasa, buah manggis cukup potensial untuk dibuat sari
buah.
Menurut Dr. Berna Elya
Peneliti Manggis Dari Departemen Farmasi Universitas Indonesia
Peneliti Manggis Dari Departemen Farmasi Universitas Indonesia
Kulit Buah Manggis Mengandung
Antioksidan Super
Selain nangka-nangkaan, komoditas
buah yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan adalah manggis yang popular
sebagai queen of fruits. Dr. Berna Elya, periset jurusan Farmasi Universitas
Indonesia mengungkapkan bahwa manggis sebagai antioksidan. Menurut dr. Paulus
Wahyudi Halim, dokter sekaligus herbalis di Tangerang, Banten, antioksidan
‘menangkap’ radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi
sel terhambat.
Disebut radikal bebas lantaran atom
atau kelompok atom itu memang dalam keadaan bebas alias tidak terikat dengan
gugus lain. Radikal bebas mempunyai elektron yang tak berpasangan. Jika
diibaratkan radikal bebas mirip orang jahat, belum berpasangan, tangan tak
terikat sehingga usil mengambil gambar orang. Faktanya radikal bebas memang
menangkap molekul hydrogen, asam lemak, logam berat yang pada akhirnya memicu
beragamnya penyakit degeneratif.
Antioksidan itu bagai orang baik
yang menangkap si jahat tadi setelah melepas molekul. Pada kulit manggis,
‘orang baik hati’ itu bernama XANTHONE. Kadarnya mencapai 123.97 mg per 100 ml.
Turunan antioksidan itu antara lain 3-isomangostin, alphamangostin,
gammamangostin dan garcinone A.
Nama Garcinone A mudah ditebak, nama dari genus pohon asal Kalimantan itu, Garcinia mangostana. Itu mengabadikan nama ahli botani dari Perancis Laurent Garcin.
Nama Garcinone A mudah ditebak, nama dari genus pohon asal Kalimantan itu, Garcinia mangostana. Itu mengabadikan nama ahli botani dari Perancis Laurent Garcin.
Khasiat XANTHONE bukan sekedar antioksidan, tetapi juga antikanker seperti hasil riset Moongkarndi. Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Mahidol itu menguji XANTHONE dalam riset praklinis dengan SKBR3 alias kultur sel kanker payudara manusia. Hasilnya? Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang kuat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis atau mendukung penghancuran sel kanker.
Chi Kuan Ho dari Veterans General Hospital dari Taipei mengungkapkan bahwa turunan XANTHONE mujarab mengatasi sel HCCs hepatocellular carcinomas atau kanker hati. Turunan XANTHONE itu adalah Garcinone E. Kami menyarankan bahwa Garcinone E mungkin berpotensi untuk digunakan dalam perawatan beberapa tipe kanker yang berhubungan dengan pencernaan dan paru-paru.
Menurur Dr.Albert Miller:
Kali pertama saya meneliti buah
manggis terjadi pada bulan Oktober 2004. Sebelumnya, saya sama sekali belum
pernah mendengar tentang buah manggis atau xanthone, sehingga saya sangat
antusias untuk segera memulai penelitian (karena pencegahan dan kesehatan tubuh
adalah spesialisasi medis saya). Saya pergi ke Medscape (sebuah sumber online
untuk para pakar kesehatan) dan segera melakukan pencarian Medline pada
xanthone dan buah manggis, dan hasilnya membuat saya terkejut.
Berdasarkan faktanya, saya menemukan
lebih dari seribu artikel tentang xanthone dan dua puluhan tentang buah
manggis. Saya mendapati bahwa struktur xanthone stabil, terdiri atas tiga
lapisan molekul karbon, dan saya menemukan lebih dari 40 jenis xanthone ternyata
terdapat dalam buah manggis. Kebanyakan dari xanthone ini terkandung dalam
kantung benih atau kulit luar buah manggis.
Apabila saya menelusuri semua
informasi yang tersedia, hal tersebut sangat memakan waktu dan mustahil
dilakukan dalam tempo waktu yang secukupnya. Oleh karena itu, saya mengecilkan
pencarian klinis saya menjadi lebih spesifik sesuai dengan tujuan saya.
Pencarian ini menemukan beberapa artikel yang mendukung, antara lain: 1) daya
potensial anti-oksidan, 2) sifat anti luka bakar, 3) sifat anti bakteri, 4)
sifat anti tumor, dan pada beberapa kasus bahkan apoptosis (kematian sel-sel
tumor). Sejak saat itu, saya menempatkan buah manggis dalam penelitian saya.
Saya bahkan mulai mengkonsumsinya, dan menuliskan resep serupa kepada beberapa
kelompok pasien (banyak di antaranya yang saya harapkan perkembangan kondisi
kesehatannya). Apabila hasilnya terbukti dan ilmu pengetahuan serta pengalaman
klinis pribadi dapat memperkuat penelitian saya, saya pasti memperluas
rekomendasi buah manggis ini.
Sebagai percobaan awal, saya
menggunakan lima pasien saya berserta saya dan istri saya sebagai percobaan
mengonsumsi jus buah manggis, dan hasilnya luar biasa. Yang paling memukau saya
adalah efeknya yang anti luka bakar, mengurangi bengkak dan rasa sakit. Ini
semua kami rasakan pada bulan percobaan pertama kami. Oleh karena itu, saya
mulai merekomendasikan buah manggis untuk berbagai gejala penyakit dan
penyakit. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh seperti rheumatoid
arthritis (luka bakar akut pada sendi), lupus, dan psoriaris, terlihat
menunjukkan kemajuan medis yang luar biasa. Di samping itu, para pasien kami
mengalami pengurangan bengkak dan rasa sakit, serta meningkatnya
energi/vitalitas tubuh. Kami mendokumentasikan hasil tes laboratorium yang
telah diperbaharui, seperti berkurangnya kisaran pengendapan eritrosit (sel
darah merah), antibodi anti nuklir, dan faktor-faktor rheumatoid (persendian).
Masalah kulit kronis seperti eczema dan dermatitis, terlihat semakin membaik
pada banyak pasien kami, sehingga secara total menghilangkan ketergantungan
pemakaian steroid topical dalam banyak kasus yang terjadi. Kaum pria dengan
penyakit prostat yang tidak dapat disembuhkan dilaporkan terjadi pengurangan
nocturia (jumlah frekuensi mereka terbangun tengah malam untuk buang air
kecil). Sebagai bahan pendukungnya, saya melihat sendiri berkurangnya tekanan
darah di beberapa antigen tertentu kelenjar prostat. Sakit Osteorthritis dan
gejala fibromyalgia tidak seratus persen sembuh dari kebanyakan pasien, tapi
menunjukkan kemajuan yang bagus dalam proses penyembuhan.
Saya ingin berbagi kepada Anda
tentang beberapa kasus menarik dan mengejutkan. Yang satu adalah perempuan
berusia 83 tahun yang mengalami kegagalan ginjal dengan kadar creatitine 24
(pada angka 20 dibutuhkan terapi dialysis). Dia mulai mengikuti kelas dialysis
dan bersiap diri dalam menghadapi terapi tersebut. Setelah mengkonsumsi buah
manggis selama satu bulan, kadar creatitine-nya meningkat menjadi 49, sehingga
dia tidak perlu menjalani terapi dialysis. Selain itu, saya juga memiliki
beberapa pasien lain yang menunjukkan kemajuan dalam fungsi ginjal. Pada
kebanyakan kasus, penggunaan buah manggis sudah banyak mengurangi
ketergantungan mereka (para pasien) atas pengobatan diuretic (water pill).
Sedangkan untuk saya, kepadatan
mineral tulang saya sendiri berubah dari penderita osteopenia menjadi orang
normal rata-rata, setelah mengkonsumsi buah manggis selama satu tahun. Terus
terang, ini kejutan yang menyenangkan bagi saya. Setelah itu, saya mencatat
beberapa kemajuan kepadatan tulang di catatan medis pasien saya. Perubahan
dalam kepadatan tulang secara perlahan terjadi, dan biasanya hanya ditemukan
setiap satu atau dua tahun sekali. Saya optimis bahwa kami pasti dapat
menemukan lebih banyak hasil bagus pada masa mendatang.
Seringkali saya ditanyakan tentang
apa yang menjadi manfaat terbesar yang ditawarkan buah manggis. Dari semua yang
sudah saya paparkan sejauh ini, mungkin saja Anda berpikir bahwa jawaban saya
terhadap pertanyaan tersebut adalah respons pasien dengan penyakit sistem
kekebalan tubuh. Sebenarnya, saya justru sering berkomentar bahwa jika Anda
ingin melihat hasil yang “wah”, cari seseorang yang bermasalah dengan sistem
kekebalan tubuh, dan mulailah pengkonsumsian buah manggis kepada mereka. Akan
tetapi, saya berpendapat bahwa tindakan pencegahan merupakan manfaat terbesar
dari pengkonsumsian buah manggis. Saya sepenuhnya yakin bahwa bukti-bukti yang
ada dengan jelas mengarah kepada semua penyakit yang berkaitan dengan penuaan
secara langsung atau tidak langsung sebagai akibat dari oksidasi berlebihan,
luka bakar yang tak terkontrol, atau rusaknya sistem kekebalan tubuh. Seperti
yang telah saya katakan sebelumnya, buah manggis memiliki efek yang sangat
besar atas penyakit-penyakit itu. Buah manggis merupakan satu-satunya suplemen
pencegahan yang paling kuat yang tersedia untuk kita saat ini. Saya terus
mengkonsumsi vitamin dan mineral saya, bersamaan dengan jus manggis. Saya
menyarankan hal yang serupa kepada semua pasien saya, dan di beberapa kasus
saya menyarankan suplemen tambahan untuk menghindari resiko berbagai penyakit.
Pendekatan terhadap berbagai macam faktor seringkali adalah yang
terbaik.2,3,4,5,6,8,12,15.
Berhubung profesi dan spesialisasi
saya, saya sering menerima pertanyaan yang membutuhkan jawaban dari seorang
pakar. Dalam meresponsnya, saa ini Fifi Cheek dan saya bekerjasama mengadakan
konferensi bulanan untuk menyediakan pertanyaan dan jawaban yang berhubungan
dengan manfaat buah manggis. Seringkali pertanyaan yang datang berputar sekitar
dosis, dan dalam meresponsnya saya mengarang sebuah buku yang berjudul :
Mangosteen: Dosing Guidelines&Basics, yang tersedia di website
www.mangosteentools.com
Mangosteen: Dosing Guidelines&Basics, yang tersedia di website
www.mangosteentools.com
MANCANEGARA
Khasiat XAMthone lain sebagai
antibakteri dan antivirus sebagaimana hasil riset Matsumoto. Dalam uji invitro,
periset Gifu International Institute of Biotechnology itu membuktikan XAMthone
tokcer mengatasi Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab tuberculosis
(TB).
Dalam hal jumlah pengidap TBC, saat ini di Indonesia peringkat ke-3 setelah Cina dan India. Padahal obat anti TBC berserakan di negeri ini. Keperkasaan XAMthone juga melibas human immunodeficiency virus penyebab anjloknya kekebalan tubuh. Senyawa itu menghambat replikasi.
Faedah lain manggis adalah anti jerawat. Itu gara-gara Chomnawang, periset Fakultas Farmasi Universitas Mahidol, membuktikan manggis bersifat antibakteri. Dalam riset itu ekstrak kulit manggis menghambat perkembangan bakteri Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. Remaja perempuan mungkin paling membenci kedua makhluk liliput itu.
Dalam hal jumlah pengidap TBC, saat ini di Indonesia peringkat ke-3 setelah Cina dan India. Padahal obat anti TBC berserakan di negeri ini. Keperkasaan XAMthone juga melibas human immunodeficiency virus penyebab anjloknya kekebalan tubuh. Senyawa itu menghambat replikasi.
Faedah lain manggis adalah anti jerawat. Itu gara-gara Chomnawang, periset Fakultas Farmasi Universitas Mahidol, membuktikan manggis bersifat antibakteri. Dalam riset itu ekstrak kulit manggis menghambat perkembangan bakteri Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. Remaja perempuan mungkin paling membenci kedua makhluk liliput itu.
Gara-gara bakteri mungil itu, pipi
mereka bertabur jerawat. Chomnawang mengukur efek antikroba dengan 2 cara, disc
diffusion dan broth dilution. Yang disebut pertama berarti mengukur efek
antikroba dengan 2 cara, disc diffusion dan broth dilution. Yang disebut
pertama berarti mengukur efek melawan bakteri yang tumbuh di dalam kultur
dengan media agar metode broth dilution, dengan media kaldu. Hasilnya ekstrak
paling kuat menghambat perkembangan bakteri penyebab jerawat. Kulit buah
anggota famili Cluciaceae itu mengungguli ketepeng senna alata, kirinyu
Eupatorium odoratum, dan landik Barleria lupulina.
Begitu lebar tabir manggis yang
tersingkap. Sayang, di tanah leluhurnya sang eksotis berjuluk ratu buah itu,
belum banyak dimanfaatkan. Mungkin sebaliknya di mancanegara. Selama ini
negara-negara maju seperti Uni Emirat Arab, Hongkong dan Belanda mengimpor
manggis asal Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat volume ekspor Indonesia
pada 2004 lebih dari 3 ribu ton dari total produksi 62.117 ton. Setahun
kemudian volume ekspor melambung 8.472 ton, produksi 64.711 ton.
Boleh jadi tak Cuma daging buah kaya vitamin C-66 mg-yang mereka nikmati, tetapi juga kulit nan multikhasiat. Antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi jantung koroner, mengatasi HIV, cuma sebagian kecil dari khasiat kulit yang selama ini menghiasi tong sampah. Tabir yang menyelimuti jack dan queen tersingkap. Di rimba raya sana terdapat banyak komoditas yang masih menjadi misteri, dan manggis adalah sebuah misteri alam untuk kebaikan manusia.
SUMBER LAMPUNG POS
ALTERNATIF lain mendapatkan antioksidan guna mencegah perusakan sel yang disebabkan radikal bebas adalah buah manggis. Buah eksotis yang sering dijuluki queen of fruit ini ternyata memiliki banyak kandungan antioksidan pada kulit dan buahnya.
Dari hasil suatu penelitian, buah
asli Asia Tenggara ini dapat menghasilkan xanthone, yaitu zat yang terbentuk
dari hasil isolasi kulit buah manggis. Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml.
Xanthone mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
Penelitian xanthone telah dimulai sejak tahun 1970 dan hingga kini telah ditemukan lebih dari 40 jenis xanthone, di antaranya adalah alpha-mangostin dan gamma mangostin yang dipercaya memiliki kemampuan mencegah berbagai penyakit. Kedua jenis xanthone tersebut dapat membantu menghentikan inflamasi (radang) dengan cara menghambat produksi enzim COX-2 yang menyebabkan inflamasi.
Penelitian lain menunjukkan bahwa
gamma-mangostin mempunyai efek anti radang lebih baik daripada obat
antiinflamasi lain yang dijual di pasaran. Xanthone jenis ini dapat
menghindarkan berbagai penyakit yang disebabkan peradangan, seperti artritis
dan alzheimer (merupakan salah satu penyakit disfungsi otak).
Xanthone juga bermanfaat mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor. Kemampuan antioksidannya bahkan melebihi vitamin C dan E yang selama ini dikenal sebagai antioksidan yang paling efektif. Kandungan alpha-mangostin dan gamma-maostin pada buah manggis juga bersifat sebagai antibakteri. Alpha-magodtin juga diketahui mempunyai efektivitas yang sama baiknya dengan antibiotika yang berada di pasaran seperti amphicillin dan minocycline.
Xanthone juga bermanfaat mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor. Kemampuan antioksidannya bahkan melebihi vitamin C dan E yang selama ini dikenal sebagai antioksidan yang paling efektif. Kandungan alpha-mangostin dan gamma-maostin pada buah manggis juga bersifat sebagai antibakteri. Alpha-magodtin juga diketahui mempunyai efektivitas yang sama baiknya dengan antibiotika yang berada di pasaran seperti amphicillin dan minocycline.
Manggis merupakan komoditas buah
yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan karena memiliki antioksidan yang
menangkap radikal bebas dan mencegah keruakan sel sehingga proses degenerasi
sel terhambat. Tidak cuma daging buah manggis yang kaya vitamin C-66 mg, tetapi
juga kulit yang multi khasiat yaitu antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi
jantung koroner, HIV, dan sebagainya.
Ekstrak kulit manggis bersifat
antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu
juga bersifat apotosis penghancur sel kanker. Xanthone mampu merawat beberapa
jenis penyakit kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru dan
sebagainya. Xanthone dalam kulit manggis juga ampuh mengatasi penyakit
tuberkulosis (TBC), asma, eukimia, antiinflamasi, dan antidiare.
Penelitian terbaru menemukan satu dari empat rakyat Amerika Serikat mengidap kanker dan 1 dari 5 orang akan meninggal pada usia dini. Solusi terbaik dari masalah ini adalah pencegahan. Konsumsi manggis secara rutin membuat awet muda karena antioksidan super yang berfungsi menjaga serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan menjadi lebih baik. Manggis membantu menghancurkan semua penyakit dalam tubuh dan memperbaiki sistem antibodi dalam tubuh.
Penelitian terbaru menemukan satu dari empat rakyat Amerika Serikat mengidap kanker dan 1 dari 5 orang akan meninggal pada usia dini. Solusi terbaik dari masalah ini adalah pencegahan. Konsumsi manggis secara rutin membuat awet muda karena antioksidan super yang berfungsi menjaga serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan menjadi lebih baik. Manggis membantu menghancurkan semua penyakit dalam tubuh dan memperbaiki sistem antibodi dalam tubuh.
Selain itu, kandungan stilbenes pada buah manggis juga sangat bermanfaat sebagai antifungi.
Sebuah studi di Singapura
menunjukkan bahwa sifat antioksidan pada buah manggis jauh lebih efektif
dibandingkan dengan durian dan rambutan.
Source (http://tubuhsehat.blogdetik.com/category/buah-manfaatnya/)
Kajian terkini melalui sains telah membuktikan khasiat dan kelebihan buah manggis dengan penemuan sejenis bahan aktif di dalam buah manggis yang dikenali sebagai xanthone.
Xanthone ialah suatu bahan kimia aktif dengan strukturnya yang terdiri 3 cincin dan ini menjadikannya sangat stabil ketika berada dalam badan. Struktur ini menjadikannya sangat stabil dalam keadaan panas atau dingin.
Source (http://tubuhsehat.blogdetik.com/category/buah-manfaatnya/)
Kajian terkini melalui sains telah membuktikan khasiat dan kelebihan buah manggis dengan penemuan sejenis bahan aktif di dalam buah manggis yang dikenali sebagai xanthone.
Xanthone ialah suatu bahan kimia aktif dengan strukturnya yang terdiri 3 cincin dan ini menjadikannya sangat stabil ketika berada dalam badan. Struktur ini menjadikannya sangat stabil dalam keadaan panas atau dingin.
Terdapat lebih dari 200 jenis bahan
xanthone di alam tetapi lebih dari 40 jenis xanthone terdapat dalam buah
manggis dan ini merupakan kandungan yang terbanyak.
Khasiat terbaik dari xanthone ialah ianya bersifat anti-oksidan yaitu menghambat proses oksidasi atau proses penuaan tubuh/sel tubuh. Xanthone akan melindungi sel dan mengurangi kerusakan pada sel akibat radikal bebas. Selain bermanfaat sebagai anti-oksidan, buah manggis juga berkhasiat sebagai antibakteri, anti-kanker, dan anti-radang.
Bagian lain yang bermanfaat adalah
kulit buahnya. Kulit manggis menghasilkan warna merah keunguan, dan amat sulit
dibersihkan. Karena mengandung tanin, resin, dan crystallizable mangostine
(C20H22O5), yang mudah larut dalam alkohol atau ether, tidak larut dalam air.
Kulit manggis amat berkhasiat untuk membuang asam ureat di dalam tubuh yang
berguna bagi penderita reumatik/gout.
BisnisVemma - www.vemmastore.weebly.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar